Nilai

Gangguan obsesif kompulsif pada anak. OCD masa kecil

Gangguan obsesif kompulsif pada anak. OCD masa kecil


We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.

Itu gangguan obsesif kompulsif (OCD) merupakan gangguan kecemasan, di mana anak-anak umumnya menghadirkan obsesi dan kompulsi, walaupun kedua ciri ini tidak selalu terjadi, melainkan hanya satu.

Obsesi adalah gagasan, impuls, atau gambaran mental berulang yang secara tidak sengaja dimiliki anak (dia tidak dapat menghindarinya bahkan jika dia tidak menyukainya) dan itu menyebabkan dia sangat cemas. Ini bukan hanya kekhawatiran tentang masalah sehari-hari. Anak mencoba untuk mengabaikan atau menekan obsesi ini dan secara umum menyadari bahwa itu adalah produk dari pikirannya dan tidak nyata.

Kompulsi adalah perilaku berulang: mencuci tangan, mengatur barang, memastikan barang; atau tindakan mental: berhitung, mengulang kata-kata atau berdoa yang merasa terpaksa dilakukan anak untuk mengurangi kecemasan yang ditimbulkan oleh objek obsesinya.

Kompulsi, tidak seperti tics dan mania, dilakukan dengan sadar: anak melawan mereka, tetapi diliputi oleh ketakutan bahwa jika dia tidak melakukannya, sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Paksaan atau ritual benar-benar di luar kendalinya dan sepenuhnya mendominasi anak, yang berulang kali merasakan kebutuhan untuk mengulanginya.

Untuk mendiagnosis gangguan obsesif kompulsif, anak harus menyadari, setidaknya pada beberapa kesempatan, bahwa obsesi atau kompulsi itu berlebihan atau tidak masuk akal.

Obsesi yang paling sering adalah obsesi yang disertai dengan perilaku mencuci pakaian. OCD pada anak-anak sangat mirip dengan pada orang dewasa. Faktanya, ada lebih banyak persamaan daripada perbedaan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Spanyol pada sampel besar anak-anak, mereka menemukan bahwa obsesi yang paling sering terkait dengan ketakutan akan kontaminasi, ketakutan melukai diri sendiri atau orang lain (biasanya kerabat dekat), obsesi agresif, dan obsesi dari orang lain. simetri dan ketertiban. Di sisi lain, paksaan yang paling sering terjadi adalah pembersihan atau pencucian yang berlebihan atau ritual, pemeriksaan, pengulangan ritual, dan penghitungan, pengaturan atau pengaturan.

Selain itu, di masa kanak-kanak, obsesi dan kompulsi atipikal sering terjadi: ritual saat menulis atau membaca, saat bergerak dan berbicara (mengulangi suara, kata atau frasa), dll. Ritual ini bisa bersifat mekanis atau menetralkan.

Kompulsi yang menyerupai tics (berulang atau mekanis, secara impulsif atau untuk mengeluarkan energi) seperti menyentuh, menyikat, memukul, bernapas dengan cara tertentu, dan mengedipkan mata atau meringis dengan wajah atau mata juga umum terjadi.

Perilaku obsesif-kompulsif sangat terkait dengan sindrom Tourette, tics, gangguan hiperaktif defisit perhatian, masalah perilaku, dan masalah perkembangan spesifik.

Dalam pengertian ini, berbagai penelitian telah memvalidasi hubungan antara gangguan obsesif-kompulsif (OCD) dan gangguan hiperaktif defisit perhatian (ADHD) pada anak-anak dan remaja. Kehadiran OCD pada anak dengan ADHD seringkali mempersulit jalannya ADHD.

Alicia López de Fez.
Psikologi anak
Pendiri dan Direktur Pusat Psikologi López de Fez, di Valencia.
Situs web pusat: http://www.centropsicologiainfantil.es

Anda dapat membaca lebih banyak artikel serupa dengan Gangguan obsesif kompulsif pada anak. OCD masa kecil, dalam kategori Gangguan Mental di situs.


Video: AspergersAutism Checklist. Going Over the Tania Marshall Screener for Aspien Women (Februari 2023).